Apa itu harga bid dan ask?
Setiap aset yang diperdagangkan biasanya memiliki dua harga pada saat yang sama. Bid adalah harga tertinggi yang saat ini bersedia dibayar oleh pembeli. Ask adalah harga terendah yang saat ini bersedia diterima oleh penjual. Jika Anda ingin membeli segera, biasanya Anda membeli pada harga ask. Jika Anda ingin menjual segera, biasanya Anda menjual pada harga bid. Inilah sebabnya ada selisih antara kedua harga tersebut. Contoh sederhana membuatnya jelas. Jika harga ask untuk sebuah saham adalah 100.20 dan harga bid adalah 100.00, Anda akan membeli pada 100.20, tetapi jika Anda menjual segera, Anda hanya akan mendapatkan 100.00. Selisihnya adalah 0.20, yaitu sekitar 0.20%. Itu adalah kerugian belum terealisasi langsung Anda. Ini bukan kesalahan tersembunyi dari broker. Ini adalah bagian normal dari cara kerja pasar.
Mengapa Anda langsung menunjukkan kerugian setelah membeli?
Sebagian besar platform trading menilai posisi terbuka Anda menggunakan harga bid, karena itulah harga di mana pasar saat ini akan membeli dari Anda jika Anda menjual. Namun ketika Anda masuk ke transaksi, biasanya Anda membayar harga ask. Itu berarti Anda masuk pada level yang lebih tinggi daripada harga yang digunakan untuk menilai posisi Anda tepat setelah eksekusi. Inilah sebabnya akun Anda dapat langsung menunjukkan kerugian bahkan jika pasar sama sekali tidak bergerak. Contoh dunia nyata yang berguna adalah loket penukaran valuta asing di bandara. Anda membeli mata uang asing pada harga yang lebih tinggi daripada harga yang akan dibayar loket tersebut jika Anda menjualnya kembali satu detik kemudian. Perbedaannya tidak acak. Itu adalah biaya yang tertanam di dalam pasar. Pasar keuangan bekerja dengan cara yang sangat mirip. Pada aset yang aktif dan sangat likuid, selisih ini sering kali kecil. Pada aset dengan likuiditas rendah, saham berkapitalisasi kecil, pasangan kripto tertentu, atau kondisi pasar yang volatil, spread dapat melebar secara signifikan.
Mengapa spread begitu penting bagi trader?
Bagi investor jangka panjang, spread kecil mungkin tidak terlihat penting karena posisi yang dipegang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dapat dengan mudah bergerak jauh melampaui biaya awal tersebut. Namun bagi trader jangka pendek, spread sangat krusial. Jika Anda menargetkan pergerakan harga yang kecil, spread dapat menghabiskan bagian yang berarti dari keuntungan yang Anda harapkan bahkan sebelum transaksi dimulai. Bayangkan seorang trader mencoba menghasilkan 0.50% dari transaksi cepat. Jika spread sudah 0.20%, maka sebagian besar potensi imbal hasil sudah hilang saat masuk. Dan itu sebelum komisi, biaya pendanaan, atau slippage ditambahkan. Inilah sebabnya memahami spread bukanlah pilihan. Ini secara langsung memengaruhi kualitas transaksi, level impas, dan manajemen risiko. Ini juga menjelaskan mengapa pasar yang likuid seperti indeks saham utama, saham-saham besar AS, atau pasangan forex utama sering kali lebih menarik untuk trading aktif dibandingkan aset dengan volume tipis dan kesenjangan harga yang lebar.
Kesimpulan
Alasan Anda sering berada dalam kerugian kecil tepat setelah membeli biasanya bukan karena nasib buruk dan bukan pembalikan pasar yang instan. Itu adalah spread, yaitu selisih antara harga bid dan ask. Anda membeli pada ask yang lebih tinggi, tetapi posisi Anda sering dinilai pada bid yang lebih rendah. Setelah Anda memahami ini, satu bagian penting dari trading menjadi jauh lebih jelas. Biaya trading bukan hanya tentang biaya broker. Biaya tersebut juga mencakup struktur pasar itu sendiri. Bagi pemula mana pun, ini adalah salah satu konsep pertama yang layak dikuasai, karena ini mengubah cara Anda melihat entry, exit, dan biaya nyata dari setiap transaksi.